Browsed by
Category: Tak Berkategori

Plagiat di Balik Asmara (2): Tim EKA Bekerja Dengan Jiwa ?>

Plagiat di Balik Asmara (2): Tim EKA Bekerja Dengan Jiwa

Sudah sangat tepat kebijakan Menteri untuk tidak menerjunkan Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) secara resmi untuk mengusut kasus plagiat seorang pimpinan perguruan tinggi negeri di sebuah kota. Kebijakan itu seperti mengabulkan doa saya selama membayangkan betapa repotnya mengelola perasaan anggota tim yang dulunya pernah menjadi bagian penting sejarah perguruan tinggi yang akan diperiksa. Lega rasanya bisa keluar dari perang batin ini, meski di luar sana masyarakat sibuk bertanya-tanya tentang reputasi Tim EKA yang dulu terbukti pernah bisa bekerja. Kepada para…

Read More Read More

Plagiat Di Balik Asmara (1) ?>

Plagiat Di Balik Asmara (1)

Asmara antara pria dan wanita merupakan kisah yang tak habis-habisnya dieksplorasi oleh peradaban manusia. Di Mesir puluhan tahun sebelum masehi terjadi cinta segitiga ratu Cleopatra sehingga dunia sibuk berspekulasi apakah benar Caesarion (si Caesar kecil) itu anak Julius Caesar yang perkasa. Meski semua tahu dia dan Caesar sering berlibur bersama ke Aleksandria, namun semua juga tahu bahwa sang ratu juga menikah dengan saudara kandungnya. Cinta segitiga ternyata tidak hanya menghiasi sejarah Mesir purba, tetapi juga sepanjang sejarah dunia. Pada akhir…

Read More Read More

Unsur Pidana Tindak Plagiat ?>

Unsur Pidana Tindak Plagiat

Tulisan ini tidak lagi mengawang di atas awan, tetapi menjejak bumi Jakarta dan Malang. Kedua kota itu menjadi saksi suatu persoalan akademik meluber ke kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Mungkin ada baiknya peristiwa akademik memasuki ranah pengadilan supaya masyarakat lebih banyak memperoleh pembelajaran. Saya mengakui telah banyak mengkritik keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor perguruan tinggi besar di Jakarta (PTN) tentang sanksi terhadap lima orang doktor pelaku tindak plagiat. Tulisan ini ingin mengungkap sisi positif dari keputusan pak Plt yang nyata-nyata menyebal…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (14): Takut Kepada Plagiator ?>

Robohnya Universitas Kami (14): Takut Kepada Plagiator

Dulu ketika pemerintahan Jokowi-JK mengusung jargon revolusi mental, saya sempat bermimpi bahwa tema ini akan menjadi tambang medali emas bagi insan perguruan tinggi untuk menunjukkan bakti kepada ibu pertiwi. Saya menyadari harus puas menggigit jari karena ternyata medali itu diborong habis oleh Menteri Susi Pudjiastuti, seorang perkasa yang lebih banyak mengurus ikan dan benda mati. Yang justru teramati melalui berita televisi, hampir setiap hari lembaga anti rasuah menangkapi alumni perguruan tinggi. Editorial Media Indonesia pertengahan bulan April lalu, menyampaikan ajakan…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (13): Definisi Terkini Ijazah Abal-abal ?>

Robohnya Universitas Kami (13): Definisi Terkini Ijazah Abal-abal

Tulisan ini bukan tentang kenyataan tetapi sebuah fiksi dari seorang pejalan kaki yang setiap pagi rajin menghela pancaran sinar matahari. Meski hanya sebuah fiksi, di akhir cerita ia ternyata menyumbang suatu definisi terkini. Hubungan antara pendidikan tinggi dan korupsi mestinya bukan sebuah misteri. Paling tidak, hampir seluruh nama yang ditangkap tangan oleh Lembaga Anti Rasuah akhir-akhir ini adalah lulusan dari jenjang pendidikan ini. Mesin pencari manapun selalu menunjukkan hasil penuh konsistensi, sepuluh koruptor paling kakap seluruhnya adalah alumni pendidikan tinggi….

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (12): Dikti 4.0 Dengan Doktor -5.0 ?>

Robohnya Universitas Kami (12): Dikti 4.0 Dengan Doktor -5.0

Tujuan hidup aman damai dan sejahtera mustahil dapat diwujudkan tanpa adanya keadilan. Salah satu cara ampuh untuk menegakkan keadilan adalah dengan menghormati kebenaran. Inilah filosofi dasar pentingnya pendidikan untuk membangun peradaban karena suara pendidikan itu sejatinya adalah suara kebenaran, bukan suara kekuasaan. Kebenaran ditiupkan dari langit menuju bumi tanpa resistensi, namun manusia telah lama terlahir memiliki jiwanya sendiri. Agar dapat memasuki jiwa-jiwa itu, kebenaran memerlukan orang-orang yang peduli mengabarkan dan memwasiatkan kebenaran tersebut secara sabar sebagaimana ajaran kitab suci. Di…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (11): Doktor Dengan Disertasi Belum Selesai ?>

Robohnya Universitas Kami (11): Doktor Dengan Disertasi Belum Selesai

Tulisan ini berisi dongeng kabur kanginan sekedar untuk mengapresiasi keindahan sebuah seni tari. Ini komentar dini hari dari seorang penikmat seni. Kalau kalian masih terus menari-nari, tak akan berjeda aku menepuki. Kalau engkau awet berlari-lari, jangan pernah meminta berhenti guratan jejak kaki. Syahdan di Negeri Atas Angin ada wacana baru yang tidak umum turun dari ahli nujum. Doktor yang karya ilmiahnya terbukti plagiat tidak perlu dihukum. Ijazahnya tidak dibatalkan dan gelarnya tidak dicabut, tetapi ia diwajibkan memperbaiki disertasinya dalam waktu…

Read More Read More

Tolak Perguruan Tinggi Asing ?>

Tolak Perguruan Tinggi Asing

Setiap perubahan selalu melahirkan pertentangan. Judul tulisan ini disuarakan oleh perserikatan perguruan tinggi yang baru saja menyelesaikan perhelatan, menyikapi kebijakan terbaru kementerian. Tentang kehadiran perguruan tinggi asing di negeri ini, Kemenristekdikti mengucap “ selamat datang” dan pada saat yang hampir bersamaan Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTISI) berujar “jangan”. Sopir memandu kendaraan mengacu kepada rambu-rambu, Menteri menjalankan pendidikan tentu mengacu kepada ketentuan yang sudah baku. Tema yang tengah menjadi pertentangan itu sejatinya telah menjadi ketetapan undang-undang yang terbit enam tahun…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (10): Rekor Dunia Meluluskan 600 Doktor ?>

Robohnya Universitas Kami (10): Rekor Dunia Meluluskan 600 Doktor

Berikut ini nukilan dongeng dari negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan. Tidak ada habis-habisnya kisah itu mengalir, menjalar dan menggelombang, membenamkan kerinduan semakin lama semakin dalam. Sekali layar terkembang, pantang biduk berpulang. Itulah mungkin filosofi masyarakat nun jauh dipandang yang kini dianut oleh sang mantan pimpinan. Selain menggugat ke pengadilan ternyata ia masih tekun menabuh genderang. Beberapa data kuantitatif ia jungkir balikkan berulang-ulang, namun justru ujungnya malah semakin jelas menunjukkan ia punya banyak belang. Berbagai manuver yang diberitakan…

Read More Read More

Rindu Dongeng Ijazah Abal-abal ?>

Rindu Dongeng Ijazah Abal-abal

Negeri Sakura yang damai, aman dan tenteram itu memang cocok menjadi pilihan untuk sejenak membeningkan pikiran. Namun tidak tahu ya, mengapa saya selalu rindu kepada negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan. I am telling you the truth, kerinduan ini begitu dalam. Banyak kisah rindu sejati berbalas hikmah. Bak gayung bersambut, di negeri Atas Angin ternyata juga sedang ramai diperbincangkan sebuah keabsahan ijazah. Anehnya, yang dipersoalkan sama sekali bukan kompetensi lulusannya tetapi si penanda tangan ijazah yang notabene seorang…

Read More Read More