Browsed by
Author: Supriadi Rustad

PTN dan PTS, Produktif mana? ?>

PTN dan PTS, Produktif mana?

Tulisan ini tidak bermaksud untuk membangkitkan dikotomi apalagi diskriminasi, tapi justru memaparkan bukti. Peran dan kontribusi perguruan tinggi swasta ternyata tidak kalah dengan yang negeri. Tampaknya harus ada yang berubah dalam cara kita memandang pendidikan tinggi. Di zaman sebelumnya, kesetaraan negeri dan swasta menjadi jargon para politisi. Ia mengalir top-down dari pernyataan presiden dan menteri. Nuansanya seperti memberikan empati kepada pihak yang lebih lemah agar tidak terus menerus memupuk perasaan iri. Sekarang diskursus kesetaraan itu justru muncul dari arus bawah…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (6): Sengaja Berkonspirasi Melakukan Plagiasi ?>

Robohnya Universitas Kami (6): Sengaja Berkonspirasi Melakukan Plagiasi

Yth pembaca sekalian, Khusus tulisan saya berjudul Robohnya Universitas Kami (6): Sengaja Berkonspirasi Melakukan Plagiasi, diminta untuk mengisi laman Ditjen SDID Kemenristekdikti (http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/index.php/2017/07/17/sengaja-berkonspirasi-melakukan-plagiasi/) . Inshaallah, tulisan berikutnya tetap akan tayang di blog ini. Terimakasih atas perhatiannya, Supriadi Rustad

Robohnya Universitas Kami (5): Melindungi Plagiator yang tersangka Korupsi ?>

Robohnya Universitas Kami (5): Melindungi Plagiator yang tersangka Korupsi

Telah banyak contoh masyarakat maju menganggap suci nilai-nilai pendidikan dan menjadikannya sebagai sektor fundamental pembangunan. Jika ia rapuh, maka sektor pilar sosial, ekonomi, politik dan pertahanan keamanan niscaya ambruk menjadi bantalan. Kesadaran inilah yang menggerakkan lima tahun silam presiden Hongaria Pal Schmitt mengundurkan diri setelah ijazahnya dibatalkan oleh Universitas Semmelweis di Budapest karena disertasinya terbukti jiplakan. Dengan ksatria ia mengatakan kepada parlemen bahwa presiden itu simbol persatuan, sementara saat itu ia sedang menjadi simbol perpecahan karena setiap hari menjadi fokus…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (4): Doktor Dengan Disertasi Banyak Versi ?>

Robohnya Universitas Kami (4): Doktor Dengan Disertasi Banyak Versi

Banyak pembaca terkecoh oleh tulisan sebelumnya dengan judul di atas (RUK) yang seolah-olah fokus mengkritisi tindak plagiat di perguruan tinggi (PT). Tindak plagiat merupakan persoalan etika yang menjadi urusan keseharian PT. Saya berpendapat tidak ada hal yang teramat istimewa membicarakan tema tersebut , kecuali pada kasus plagiat yang justru dibela jungkir-balik dengan berbagai macam kebohongan oleh PT nya. Keterbukaan ternyata dapat memicu kecerdasan. Ini kecerdasan asli khas PT di negeri Atas Angin dan tidak dimiliki oleh mahasiswa manapun di kolong…

Read More Read More

Fake Dploma from a top University ?>

Fake Dploma from a top University

Translated by DM A top university produces top figures. Yes, it was true when I was a teenager and dreaming about pursuing tertiary education at this top university. Unfortunately, the dream has never come true. I really admired many figures, who graduated from this top university, in the 1980s era. Their reputation shaped educational discourses at the national as well as international levels. One of those figures was a woman, whose “mother image” created an impression of the convergence between…

Read More Read More

Sepotong Kue Lebaran Dari BAN PT ?>

Sepotong Kue Lebaran Dari BAN PT

Kisah perjumpaan dengan perguruan tinggi swasta (PTS) yang satu ini terjadi pada awal tahun 2013.  Ketika itu saya sedang bertugas sebagai Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik), Ditjen Dikti, dan sedang “menghukum” lebih dari 400 PTS yang melakukan pelanggaran data dosen, termasuk PTS yang sesungguhnya tidak jauh dari saya bertempat tinggal. Sebelum perjumpaan itu pengetahuan tentang PT itu sungguh sangat terbatas sekali. Yang saya maksud dengan “hukuman” sejatinya hanya lecutan kecil agar PT segera merapikan datanya. Sejumlah dosen yang memiliki…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (3): Secuil Parsel Lebaran Kagem Pak Jokowi ?>

Robohnya Universitas Kami (3): Secuil Parsel Lebaran Kagem Pak Jokowi

Kali ini saya tidak akan banyak membuat analisis, tetapi ingin membagi kue lebaran. Parcel matriks berikut ini merupakan cuilan hadiah dari guru besar senior UNDIP Prof. JHB (Tim EKA). Satu tangan tidak cukup untuk mengangkat hormat kepada beliau. Di usianya yang jauh di atas usia saya, masih sanggup dan gigih ngulik-ulik mbah Google. Saya yakin kerja keras semacam itu dilakukan oleh beliau tak lain dan tak bukan karena rasa sayangnya kepada pendidikan tinggi kita. Ambil 1-2 kalimat kunci dari setiap…

Read More Read More

Kemenangan Pilrek UHO: sebuah mutiara Sulawesi Tenggara ?>

Kemenangan Pilrek UHO: sebuah mutiara Sulawesi Tenggara

Sempat jengkel dan kecewa kepada kementerian yang tidak kunjung menetapkan jadwal, namun akhirnya waktu telah memilih dirinya. Ramadhan itu bulannya, 10 hari terakhir itu momentumnya dan selepas shalat Jumat itu kejadiannya. Alhamdulillah, pemilihan rektor UHO periode 2017-2021 telah berlangsung dengan aman, tertib dan sejuk. Tuhan telah mengirim malaikat. Hujan seharian membasahi halaman kampus, mengguyuri dan menyirami jiwa-jiwa kering entah di mana. Banyak orang tidak menyadari hal yang sedang terjadi. Jejeran polisi dan tentara yang berjaga terpojok dan terdesak merapat ke…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (2): Doktor Tiga Rasa ?>

Robohnya Universitas Kami (2): Doktor Tiga Rasa

Sewaktu muda saya pernah “kesetrum”. Sengatan listrik semacam itu telah menghasilkan efek kejut yang menggetarkan, tidak saja pada tubuh secara fisik tetapi juga otak  pengendali pikiran. Secara cepat mulailah otak ini belajar tentang segala hal yang berkaitan dengan sengatan itu.  Sejumlah ilmu baru pun mengalir cepat masuk ke kepala. Di ujung tahun lalu saya tersengat “listrik akademik”. Sebuah universitas besar tiba-tiba dan seperti membabi buta menerbitkan pedoman akademik yang membolehkan kemiripan karya ilmiah mahasiswa hingga 50 %. Kebijakan itu tertuang…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (1): Bila Universitas Jadi Suaka plagiasi ?>

Robohnya Universitas Kami (1): Bila Universitas Jadi Suaka plagiasi

Dunia ini memang sudah terluka dan terbuka. Rekomendasi Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) yang secara khusus ditujukan kepada Menteri terkait usulan sanksi kepada pelaku tindak plagiat telah bocor merembes mengalir ke mana-mana terutama grup-grup media sosial komunitas pendidikan tinggi. Saya menyadari kebocoran itu setelah ditunjukkan melalui wa oleh seorang teman (rektor) yang dulu sering sama-sama cari rendeng (batang tubuh dan daun kacang tanah sisa panen sebagai pakan ternak) di kampung. Kami bertemu pada upacara 1 Juni yang lalu di Kemdagri….

Read More Read More