Browsed by
Author: Supriadi Rustad

Robohnya Universitas Kami (14): Takut Kepada Plagiator ?>

Robohnya Universitas Kami (14): Takut Kepada Plagiator

Dulu ketika pemerintahan Jokowi-JK mengusung jargon revolusi mental, saya sempat bermimpi bahwa tema ini akan menjadi tambang medali emas bagi insan perguruan tinggi untuk menunjukkan bakti kepada ibu pertiwi. Saya menyadari harus puas menggigit jari karena ternyata medali itu diborong habis oleh Menteri Susi Pudjiastuti, seorang perkasa yang lebih banyak mengurus ikan dan benda mati. Yang justru teramati melalui berita televisi, hampir setiap hari lembaga anti rasuah menangkapi alumni perguruan tinggi. Editorial Media Indonesia pertengahan bulan April lalu, menyampaikan ajakan…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (13): Definisi Terkini Ijazah Abal-abal ?>

Robohnya Universitas Kami (13): Definisi Terkini Ijazah Abal-abal

Tulisan ini bukan tentang kenyataan tetapi sebuah fiksi dari seorang pejalan kaki yang setiap pagi rajin menghela pancaran sinar matahari. Meski hanya sebuah fiksi, di akhir cerita ia ternyata menyumbang suatu definisi terkini. Hubungan antara pendidikan tinggi dan korupsi mestinya bukan sebuah misteri. Paling tidak, hampir seluruh nama yang ditangkap tangan oleh Lembaga Anti Rasuah akhir-akhir ini adalah lulusan dari jenjang pendidikan ini. Mesin pencari manapun selalu menunjukkan hasil penuh konsistensi, sepuluh koruptor paling kakap seluruhnya adalah alumni pendidikan tinggi….

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (12): Dikti 4.0 Dengan Doktor -5.0 ?>

Robohnya Universitas Kami (12): Dikti 4.0 Dengan Doktor -5.0

Tujuan hidup aman damai dan sejahtera mustahil dapat diwujudkan tanpa adanya keadilan. Salah satu cara ampuh untuk menegakkan keadilan adalah dengan menghormati kebenaran. Inilah filosofi dasar pentingnya pendidikan untuk membangun peradaban karena suara pendidikan itu sejatinya adalah suara kebenaran, bukan suara kekuasaan. Kebenaran ditiupkan dari langit menuju bumi tanpa resistensi, namun manusia telah lama terlahir memiliki jiwanya sendiri. Agar dapat memasuki jiwa-jiwa itu, kebenaran memerlukan orang-orang yang peduli mengabarkan dan memwasiatkan kebenaran tersebut secara sabar sebagaimana ajaran kitab suci. Di…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (11): Doktor Dengan Disertasi Belum Selesai ?>

Robohnya Universitas Kami (11): Doktor Dengan Disertasi Belum Selesai

Tulisan ini berisi dongeng kabur kanginan sekedar untuk mengapresiasi keindahan sebuah seni tari. Ini komentar dini hari dari seorang penikmat seni. Kalau kalian masih terus menari-nari, tak akan berjeda aku menepuki. Kalau engkau awet berlari-lari, jangan pernah meminta berhenti guratan jejak kaki. Syahdan di Negeri Atas Angin ada wacana baru yang tidak umum turun dari ahli nujum. Doktor yang karya ilmiahnya terbukti plagiat tidak perlu dihukum. Ijazahnya tidak dibatalkan dan gelarnya tidak dicabut, tetapi ia diwajibkan memperbaiki disertasinya dalam waktu…

Read More Read More

Tolak Perguruan Tinggi Asing ?>

Tolak Perguruan Tinggi Asing

Setiap perubahan selalu melahirkan pertentangan. Judul tulisan ini disuarakan oleh perserikatan perguruan tinggi yang baru saja menyelesaikan perhelatan, menyikapi kebijakan terbaru kementerian. Tentang kehadiran perguruan tinggi asing di negeri ini, Kemenristekdikti mengucap “ selamat datang” dan pada saat yang hampir bersamaan Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTISI) berujar “jangan”. Sopir memandu kendaraan mengacu kepada rambu-rambu, Menteri menjalankan pendidikan tentu mengacu kepada ketentuan yang sudah baku. Tema yang tengah menjadi pertentangan itu sejatinya telah menjadi ketetapan undang-undang yang terbit enam tahun…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (10): Rekor Dunia Meluluskan 600 Doktor ?>

Robohnya Universitas Kami (10): Rekor Dunia Meluluskan 600 Doktor

Berikut ini nukilan dongeng dari negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan. Tidak ada habis-habisnya kisah itu mengalir, menjalar dan menggelombang, membenamkan kerinduan semakin lama semakin dalam. Sekali layar terkembang, pantang biduk berpulang. Itulah mungkin filosofi masyarakat nun jauh dipandang yang kini dianut oleh sang mantan pimpinan. Selain menggugat ke pengadilan ternyata ia masih tekun menabuh genderang. Beberapa data kuantitatif ia jungkir balikkan berulang-ulang, namun justru ujungnya malah semakin jelas menunjukkan ia punya banyak belang. Berbagai manuver yang diberitakan…

Read More Read More

Rindu Dongeng Ijazah Abal-abal ?>

Rindu Dongeng Ijazah Abal-abal

Negeri Sakura yang damai, aman dan tenteram itu memang cocok menjadi pilihan untuk sejenak membeningkan pikiran. Namun tidak tahu ya, mengapa saya selalu rindu kepada negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan. I am telling you the truth, kerinduan ini begitu dalam. Banyak kisah rindu sejati berbalas hikmah. Bak gayung bersambut, di negeri Atas Angin ternyata juga sedang ramai diperbincangkan sebuah keabsahan ijazah. Anehnya, yang dipersoalkan sama sekali bukan kompetensi lulusannya tetapi si penanda tangan ijazah yang notabene seorang…

Read More Read More

The Collapse of our University (9): Suspicion becomes Suspension ?>

The Collapse of our University (9): Suspicion becomes Suspension

English Translation by Jonthon Coulson, Fellow, Institute of Current World Affairs, Doctoral Student, Teachers College, Columbia University As was the case with my previous articles, this fairy tale comes to you from the land above the clouds. It is being told only to entertain my friends and relatives, and is not intended for public consumption. Long ago, in the kingdom of Demak Bintoro, there was a sultan named Trenggono who was highly respected and feared. His supernatural powers could reach…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (9): Dugaan Terjadinya Pemecatan ?>

Robohnya Universitas Kami (9): Dugaan Terjadinya Pemecatan

Sebagaimana tulisan sebelumnya, tulisan ini merupakan dongeng dari negeri Atas Angin. Ia dikisahkan hanya untuk menghibur teman dan kerabat, bukan untuk yang lain. Pada zaman kerajaan Demak Bintoro, Sultan Trenggono merupakan raja yang sangat dihormati dan ditakuti. Kesaktiannya sundul langit hingga tembus inti bumi. Menatap wajah sang baginda, tak seorang rakyatpun berani. Kalau ada yang berani menyebut nama besar sang raja (ngrasani), besuknya ia mati. Rasa takut ternyata sangat diperlukan dan kadang bisa menyelamatkan sehingga berakhir membahagiakan. Joko Tingkir yang…

Read More Read More

ROBOHNYA UNIVERSITAS KAMI (8): Puisi Dari Negeri Dongeng dan Plagiat di Perguruan Tinggi ?>

ROBOHNYA UNIVERSITAS KAMI (8): Puisi Dari Negeri Dongeng dan Plagiat di Perguruan Tinggi

Negeri Atas Angin ternyata banyak melahirkan dongeng. Negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan itu kini tengah berusaha menyeka wajahnya yang bopeng. Alhamdulillah, ia akhirnya menyadari harus sedikit merendah untuk merasakan terjangan angin agar terjadi hujan pegunungan yang mengguyuri seluruh permukaan lereng. Dongeng-dongeng itu pernah dikira sebagai serangan terhadap pribadi seorang pimpinan, padahal sejatinya ia adalah sebuah pertahanan seorang petugas pemerintah dari berbagai macam ancaman dan gugatan. Rumus dasarnya adalah bersembunyi di tempat yang terang. Ketika petugas itu datang…

Read More Read More