Browsed by
Author: Supriadi Rustad

Tolak Perguruan Tinggi Asing ?>

Tolak Perguruan Tinggi Asing

Setiap perubahan selalu melahirkan pertentangan. Judul tulisan ini disuarakan oleh perserikatan perguruan tinggi yang baru saja menyelesaikan perhelatan, menyikapi kebijakan terbaru kementerian. Tentang kehadiran perguruan tinggi asing di negeri ini, Kemenristekdikti mengucap “ selamat datang” dan pada saat yang hampir bersamaan Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTISI) berujar “jangan”. Sopir memandu kendaraan mengacu kepada rambu-rambu, Menteri menjalankan pendidikan tentu mengacu kepada ketentuan yang sudah baku. Tema yang tengah menjadi pertentangan itu sejatinya telah menjadi ketetapan undang-undang yang terbit enam tahun…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (10): Rekor Dunia Meluluskan 600 Doktor ?>

Robohnya Universitas Kami (10): Rekor Dunia Meluluskan 600 Doktor

Berikut ini nukilan dongeng dari negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan. Tidak ada habis-habisnya kisah itu mengalir, menjalar dan menggelombang, membenamkan kerinduan semakin lama semakin dalam. Sekali layar terkembang, pantang biduk berpulang. Itulah mungkin filosofi masyarakat nun jauh dipandang yang kini dianut oleh sang mantan pimpinan. Selain menggugat ke pengadilan ternyata ia masih tekun menabuh genderang. Beberapa data kuantitatif ia jungkir balikkan berulang-ulang, namun justru ujungnya malah semakin jelas menunjukkan ia punya banyak belang. Berbagai manuver yang diberitakan…

Read More Read More

Rindu Dongeng Ijazah Abal-abal ?>

Rindu Dongeng Ijazah Abal-abal

Negeri Sakura yang damai, aman dan tenteram itu memang cocok menjadi pilihan untuk sejenak membeningkan pikiran. Namun tidak tahu ya, mengapa saya selalu rindu kepada negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan. I am telling you the truth, kerinduan ini begitu dalam. Banyak kisah rindu sejati berbalas hikmah. Bak gayung bersambut, di negeri Atas Angin ternyata juga sedang ramai diperbincangkan sebuah keabsahan ijazah. Anehnya, yang dipersoalkan sama sekali bukan kompetensi lulusannya tetapi si penanda tangan ijazah yang notabene seorang…

Read More Read More

The Collapse of our University (9): Suspicion becomes Suspension ?>

The Collapse of our University (9): Suspicion becomes Suspension

English Translation by Jonthon Coulson, Fellow, Institute of Current World Affairs, Doctoral Student, Teachers College, Columbia University As was the case with my previous articles, this fairy tale comes to you from the land above the clouds. It is being told only to entertain my friends and relatives, and is not intended for public consumption. Long ago, in the kingdom of Demak Bintoro, there was a sultan named Trenggono who was highly respected and feared. His supernatural powers could reach…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (9): Dugaan Terjadinya Pemecatan ?>

Robohnya Universitas Kami (9): Dugaan Terjadinya Pemecatan

Sebagaimana tulisan sebelumnya, tulisan ini merupakan dongeng dari negeri Atas Angin. Ia dikisahkan hanya untuk menghibur teman dan kerabat, bukan untuk yang lain. Pada zaman kerajaan Demak Bintoro, Sultan Trenggono merupakan raja yang sangat dihormati dan ditakuti. Kesaktiannya sundul langit hingga tembus inti bumi. Menatap wajah sang baginda, tak seorang rakyatpun berani. Kalau ada yang berani menyebut nama besar sang raja (ngrasani), besuknya ia mati. Rasa takut ternyata sangat diperlukan dan kadang bisa menyelamatkan sehingga berakhir membahagiakan. Joko Tingkir yang…

Read More Read More

ROBOHNYA UNIVERSITAS KAMI (8): Puisi Dari Negeri Dongeng dan Plagiat di Perguruan Tinggi ?>

ROBOHNYA UNIVERSITAS KAMI (8): Puisi Dari Negeri Dongeng dan Plagiat di Perguruan Tinggi

Negeri Atas Angin ternyata banyak melahirkan dongeng. Negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan itu kini tengah berusaha menyeka wajahnya yang bopeng. Alhamdulillah, ia akhirnya menyadari harus sedikit merendah untuk merasakan terjangan angin agar terjadi hujan pegunungan yang mengguyuri seluruh permukaan lereng. Dongeng-dongeng itu pernah dikira sebagai serangan terhadap pribadi seorang pimpinan, padahal sejatinya ia adalah sebuah pertahanan seorang petugas pemerintah dari berbagai macam ancaman dan gugatan. Rumus dasarnya adalah bersembunyi di tempat yang terang. Ketika petugas itu datang…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (7): Promotor Nyambi Provider ?>

Robohnya Universitas Kami (7): Promotor Nyambi Provider

Tulisan ini jelas bukan suatu kebenaran di semesta alam. Ini hanya sebuah dongeng tentang seorang promotor di Universitas Alengkamayasukerta yang bercokol di ibu kota negeri Atas Angin, sebuah negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan. Dongeng ini terutama cocok untuk generasi muda calon pemimpin masa depan, dan juga generasi sebelumnya yang memerlukan selingan di hari raya qurban. Sang promotor telah terbukti memecahkan rekor pembimbingan. Ia membimbing lebih dari 400 doktor dan meluluskan 118 orang doktor hanya dalam waktu 8…

Read More Read More

PTN dan PTS, Produktif mana? ?>

PTN dan PTS, Produktif mana?

Tulisan ini tidak bermaksud untuk membangkitkan dikotomi apalagi diskriminasi, tapi justru memaparkan bukti. Peran dan kontribusi perguruan tinggi swasta ternyata tidak kalah dengan yang negeri. Tampaknya harus ada yang berubah dalam cara kita memandang pendidikan tinggi. Di zaman sebelumnya, kesetaraan negeri dan swasta menjadi jargon para politisi. Ia mengalir top-down dari pernyataan presiden dan menteri. Nuansanya seperti memberikan empati kepada pihak yang lebih lemah agar tidak terus menerus memupuk perasaan iri. Sekarang diskursus kesetaraan itu justru muncul dari arus bawah…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (6): Sengaja Berkonspirasi Melakukan Plagiasi ?>

Robohnya Universitas Kami (6): Sengaja Berkonspirasi Melakukan Plagiasi

Yth pembaca sekalian, Khusus tulisan saya berjudul Robohnya Universitas Kami (6): Sengaja Berkonspirasi Melakukan Plagiasi, diminta untuk mengisi laman Ditjen SDID Kemenristekdikti (http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/index.php/2017/07/17/sengaja-berkonspirasi-melakukan-plagiasi/) . Inshaallah, tulisan berikutnya tetap akan tayang di blog ini. Terimakasih atas perhatiannya, Supriadi Rustad

Robohnya Universitas Kami (5): Melindungi Plagiator yang tersangka Korupsi ?>

Robohnya Universitas Kami (5): Melindungi Plagiator yang tersangka Korupsi

Telah banyak contoh masyarakat maju menganggap suci nilai-nilai pendidikan dan menjadikannya sebagai sektor fundamental pembangunan. Jika ia rapuh, maka sektor pilar sosial, ekonomi, politik dan pertahanan keamanan niscaya ambruk menjadi bantalan. Kesadaran inilah yang menggerakkan lima tahun silam presiden Hongaria Pal Schmitt mengundurkan diri setelah ijazahnya dibatalkan oleh Universitas Semmelweis di Budapest karena disertasinya terbukti jiplakan. Dengan ksatria ia mengatakan kepada parlemen bahwa presiden itu simbol persatuan, sementara saat itu ia sedang menjadi simbol perpecahan karena setiap hari menjadi fokus…

Read More Read More