Browsed by
Author: Supriadi Rustad

The Collapse of our University (9): Suspicion becomes Suspension ?>

The Collapse of our University (9): Suspicion becomes Suspension

English Translation by Jonthon Coulson, Fellow, Institute of Current World Affairs, Doctoral Student, Teachers College, Columbia University As was the case with my previous articles, this fairy tale comes to you from the land above the clouds. It is being told only to entertain my friends and relatives, and is not intended for public consumption. Long ago, in the kingdom of Demak Bintoro, there was a sultan named Trenggono who was highly respected and feared. His supernatural powers could reach…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (9): Dugaan Terjadinya Pemecatan ?>

Robohnya Universitas Kami (9): Dugaan Terjadinya Pemecatan

Sebagaimana tulisan sebelumnya, tulisan ini merupakan dongeng dari negeri Atas Angin. Ia dikisahkan hanya untuk menghibur teman dan kerabat, bukan untuk yang lain. Pada zaman kerajaan Demak Bintoro, Sultan Trenggono merupakan raja yang sangat dihormati dan ditakuti. Kesaktiannya sundul langit hingga tembus inti bumi. Menatap wajah sang baginda, tak seorang rakyatpun berani. Kalau ada yang berani menyebut nama besar sang raja (ngrasani), besuknya ia mati. Rasa takut ternyata sangat diperlukan dan kadang bisa menyelamatkan sehingga berakhir membahagiakan. Joko Tingkir yang…

Read More Read More

ROBOHNYA UNIVERSITAS KAMI (8): Puisi Dari Negeri Dongeng dan Plagiat di Perguruan Tinggi ?>

ROBOHNYA UNIVERSITAS KAMI (8): Puisi Dari Negeri Dongeng dan Plagiat di Perguruan Tinggi

Negeri Atas Angin ternyata banyak melahirkan dongeng. Negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan itu kini tengah berusaha menyeka wajahnya yang bopeng. Alhamdulillah, ia akhirnya menyadari harus sedikit merendah untuk merasakan terjangan angin agar terjadi hujan pegunungan yang mengguyuri seluruh permukaan lereng. Dongeng-dongeng itu pernah dikira sebagai serangan terhadap pribadi seorang pimpinan, padahal sejatinya ia adalah sebuah pertahanan seorang petugas pemerintah dari berbagai macam ancaman dan gugatan. Rumus dasarnya adalah bersembunyi di tempat yang terang. Ketika petugas itu datang…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (7): Promotor Nyambi Provider ?>

Robohnya Universitas Kami (7): Promotor Nyambi Provider

Tulisan ini jelas bukan suatu kebenaran di semesta alam. Ini hanya sebuah dongeng tentang seorang promotor di Universitas Alengkamayasukerta yang bercokol di ibu kota negeri Atas Angin, sebuah negeri elok rupawan yang mengawang di atas awan. Dongeng ini terutama cocok untuk generasi muda calon pemimpin masa depan, dan juga generasi sebelumnya yang memerlukan selingan di hari raya qurban. Sang promotor telah terbukti memecahkan rekor pembimbingan. Ia membimbing lebih dari 400 doktor dan meluluskan 118 orang doktor hanya dalam waktu 8…

Read More Read More

PTN dan PTS, Produktif mana? ?>

PTN dan PTS, Produktif mana?

Tulisan ini tidak bermaksud untuk membangkitkan dikotomi apalagi diskriminasi, tapi justru memaparkan bukti. Peran dan kontribusi perguruan tinggi swasta ternyata tidak kalah dengan yang negeri. Tampaknya harus ada yang berubah dalam cara kita memandang pendidikan tinggi. Di zaman sebelumnya, kesetaraan negeri dan swasta menjadi jargon para politisi. Ia mengalir top-down dari pernyataan presiden dan menteri. Nuansanya seperti memberikan empati kepada pihak yang lebih lemah agar tidak terus menerus memupuk perasaan iri. Sekarang diskursus kesetaraan itu justru muncul dari arus bawah…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (6): Sengaja Berkonspirasi Melakukan Plagiasi ?>

Robohnya Universitas Kami (6): Sengaja Berkonspirasi Melakukan Plagiasi

Yth pembaca sekalian, Khusus tulisan saya berjudul Robohnya Universitas Kami (6): Sengaja Berkonspirasi Melakukan Plagiasi, diminta untuk mengisi laman Ditjen SDID Kemenristekdikti (http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/index.php/2017/07/17/sengaja-berkonspirasi-melakukan-plagiasi/) . Inshaallah, tulisan berikutnya tetap akan tayang di blog ini. Terimakasih atas perhatiannya, Supriadi Rustad

Robohnya Universitas Kami (5): Melindungi Plagiator yang tersangka Korupsi ?>

Robohnya Universitas Kami (5): Melindungi Plagiator yang tersangka Korupsi

Telah banyak contoh masyarakat maju menganggap suci nilai-nilai pendidikan dan menjadikannya sebagai sektor fundamental pembangunan. Jika ia rapuh, maka sektor pilar sosial, ekonomi, politik dan pertahanan keamanan niscaya ambruk menjadi bantalan. Kesadaran inilah yang menggerakkan lima tahun silam presiden Hongaria Pal Schmitt mengundurkan diri setelah ijazahnya dibatalkan oleh Universitas Semmelweis di Budapest karena disertasinya terbukti jiplakan. Dengan ksatria ia mengatakan kepada parlemen bahwa presiden itu simbol persatuan, sementara saat itu ia sedang menjadi simbol perpecahan karena setiap hari menjadi fokus…

Read More Read More

Robohnya Universitas Kami (4): Doktor Dengan Disertasi Banyak Versi ?>

Robohnya Universitas Kami (4): Doktor Dengan Disertasi Banyak Versi

Banyak pembaca terkecoh oleh tulisan sebelumnya dengan judul di atas (RUK) yang seolah-olah fokus mengkritisi tindak plagiat di perguruan tinggi (PT). Tindak plagiat merupakan persoalan etika yang menjadi urusan keseharian PT. Saya berpendapat tidak ada hal yang teramat istimewa membicarakan tema tersebut , kecuali pada kasus plagiat yang justru dibela jungkir-balik dengan berbagai macam kebohongan oleh PT nya. Keterbukaan ternyata dapat memicu kecerdasan. Ini kecerdasan asli khas PT di negeri Atas Angin dan tidak dimiliki oleh mahasiswa manapun di kolong…

Read More Read More

Fake Dploma from a top University ?>

Fake Dploma from a top University

Translated by DM A top university produces top figures. Yes, it was true when I was a teenager and dreaming about pursuing tertiary education at this top university. Unfortunately, the dream has never come true. I really admired many figures, who graduated from this top university, in the 1980s era. Their reputation shaped educational discourses at the national as well as international levels. One of those figures was a woman, whose “mother image” created an impression of the convergence between…

Read More Read More

Sepotong Kue Lebaran Dari BAN PT ?>

Sepotong Kue Lebaran Dari BAN PT

Kisah perjumpaan dengan perguruan tinggi swasta (PTS) yang satu ini terjadi pada awal tahun 2013.  Ketika itu saya sedang bertugas sebagai Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik), Ditjen Dikti, dan sedang “menghukum” lebih dari 400 PTS yang melakukan pelanggaran data dosen, termasuk PTS yang sesungguhnya tidak jauh dari saya bertempat tinggal. Sebelum perjumpaan itu pengetahuan tentang PT itu sungguh sangat terbatas sekali. Yang saya maksud dengan “hukuman” sejatinya hanya lecutan kecil agar PT segera merapikan datanya. Sejumlah dosen yang memiliki…

Read More Read More