Robohnya Universitas Kami (3): Secuil Parsel Lebaran Kagem Pak Jokowi ?>

Robohnya Universitas Kami (3): Secuil Parsel Lebaran Kagem Pak Jokowi

Kali ini saya tidak akan banyak membuat analisis, tetapi ingin membagi kue lebaran. Parcel matriks berikut ini merupakan cuilan hadiah dari guru besar senior UNDIP Prof. JHB (Tim EKA). Satu tangan tidak cukup untuk mengangkat hormat kepada beliau. Di usianya yang jauh di atas usia saya, masih sanggup dan gigih ngulik-ulik mbah Google. Saya yakin kerja keras semacam itu dilakukan oleh beliau tak lain dan tak bukan karena rasa sayangnya kepada pendidikan tinggi kita. Ambil 1-2 kalimat kunci dari setiap paragraf, tanyakan ke mbah Google, pembaca akan segera menyadari sesungguhnya “begitu mudah” menyusun sebuah disertasi.

Jangan iri ya, yang saya bagikan ini hanya 2 cuil saja, secuil untuk pembaca sekalian dan yang secuil tolong diaturkan kagem pak Jokowi. Dari yang secuil itu bisakah anda mengambil keputusan apakah orang yang karya disertasinya ada di kolom 1 (lulus tanggal 22 Agustus 2016) berhak menyandang gelar doktor?. Gunakan Stop Watch, berapa lama anda bisa mengambil keputusan secara meyakinkan?.

Sudah hampir 10 bulan ini Negeri Atas Angin belum beranjak dari kegaguan. Belum ada tanda-tanda pertanyaan sesederhana itu bisa terjawab meski sudah tergelontori dengan bergerobag parsel lebaran. Sebuah bangsa besar ternyata tidak mampu menjawab pertanyaan tingkat kelas. Bagaimana nantinya jika Tuhan kelak berkehendak menguji dengan persoalan yang lebih besar?.

Karya Disertasi (No Halaman) Karya Orang Lain Penjelasan
Struktur usia penduduk Indonesia saat ini sangat menguntungkan untuk pembangunan ekonomi. Jumlah penduduk usia kerja relatif jauh lebih besar daripada jumlah penduduk yang merupakan beban (yang masih amat muda dan yang sudah tua). Inilah kesempatan emas yang amat berharga. Disebut bonus, karena kondisi ini tidak akan bertahan lama. Angka ketergantungan muda akan terus menurun, tetapi lama kelamaan penurunannya akan makin perlahan. Di pihak lain, peningkatan angka ketergantungan tua akan meningkat dan meningkat dengan cepat. Oleh sebab itu, suatu titik akan tercapai ketika peningkatan angka ketergantungan tua lebih besar daripada penurunan angka ketergantungan muda. Di saat itu, angka ketergantungan total meningkat dan beban demografis pada perekonomian akan meningkat kembali. (Halaman 4) Struktur usia penduduk Indonesia saat ini sangat menguntungkan untuk pembangunan ekonomi. Jumlah penduduk usia kerja relatif jauh lebih besar daripada jumlah penduduk yang merupakan beban (yang masih amat muda dan yang sudah tua). Ini lah kesempatan emas yang amat berharga. Disebut bonus, karena kondisi ini tidak akan bertahan lama. Angka ketergantungan muda akan terus menurun, tetapi lama kelamaan penurunannya akan makin perlahan. Di pihak lain, peningkatan angka ketergantungan tua akan meningkat dan meningkat dengan cepat. Oleh sebab itu, suatu titik akan tercapai ketika peningkatan angka ketergantungan tua lebih besar daripada penurunann angka ketergantungan muda. Di saat itu, angka ketergantungan total meningkat. Dan beban demografis pada perekonomian akan meningkat kembali. http://kristamariapujantoro.blogspot.co.id/2008/12/bonus-demografi.html
Senin, 01 Desember 2008
Menyongsong Bonus Demografi
Oleh: Krista Maria
Program Keluarga Berencana (KB) Nasional merupakan rangkaian pembangunan kependudukan dan keluarga kecil yang berkualitas sebagai langkah penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Pembangunan ini diarahkan sebagai upaya pengendalian kuantitas penduduk melalui program keluarga berencana, serta peningkatan kualitas penduduk melalui perwujudan keluarga kecil yang berkualitas. (Halaman 5) Program KB Nasional merupakan rangkaian pembangunan kependudukan dan Keluarga kecil berkualitas sebagai langkah penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Pembangunan ini diarahkan sebagai upaya pengendalian kuantitas penduduk melalui keluarga berencana, serta pengembangan dan peningkatan kualitas penduduk melalui perwujudan keluarga kecil yang berkualitas. http://dunia-blajar.blogspot.co.id/2015/12/perkembangan-program-keluarga-berencana.html
Perkembangan Program Keluarga Berencana Di Indonesia
Program Keluarga Berencana (KB) secara mikro berdampak terhadap kualitas individu dan secara mikro berkaitan dengan tujuan pembangunan pada umumnya. Secara mikro, KB berkaitan dengan kesehatan dan kualitas hidup ibu/perempuan, juga kualitas bayi dan anak. Secara makro, KB dan kesehatan reproduksi berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung. keterkaitan program KB dalam konteks sumber daya manusia berkaitan dengan daya hidup serta kualitas ibu dan anak. Kualitas ibu diantaranya berkaitan dengan kualitas kehamilan, keselamatan kelahiran, dan kualitas ibu pasca kelahiran yang berdampak terhadap kesehatan jangka panjang dan produktivitas kerja. Sementara itu kualitas anak berkaitan dengan daya hidup serta kualitas Janin, bayi saat dilahirkan, dan kualitas anak. (Halaman 6) Program Keluarga Berencana (KB) secara mikro berdampak terhadap kualitas individu dan secara mikro berkaitan dengan tujuan pembangunan pada umumnya. Secara mikro, KB berkaitan dengan kesehatan dan kualitas hidup ibu/perempuan, juga kualitas bayi dan anak. Secara makro, KB dan kesehatan reproduksi berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung. keterkaitan program KB dalam konteks sumberdaya manusia berkaitan dengan daya hidup serta kualitas ibu dan anak. Kualitas ibu diantaranya berkaitan dengan kualitas kehamilan, keselamatan kelahiran, dan kualitas ibu pasca kelahiran yang berdampak terhadap kesehatan jangka panjang dan produktivitas kerja. Sementara itu kualitas anak berkaitan dengan daya hidup serta kualitas Janin, bayi saat dilahirkan, dan kualitas anak. http://euissunarti.staff.ipb.ac.id/keluarga-berencana-kualitas-sdm-ketahanan-keluarga/
KELUARGA BERENCANA DALAM KONTEKS PENINGKATAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA DAN KETAHANAN KELUARGA
MARCH 7TH, 2012
Penduduk Kota Kendari berdasarkan Sensus Penduduk berjumlah 205.240 jiwa. Ketika dilakukan Survei Penduduk Antar sensus (Supas) pada tahun 2005, diketahui jumlah penduduk Kota Kendari meningkat menjadi 226.056 jiwa. Jumlah penduduk berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 tercatat sebanyak 289.966 jiwa. (Halaman 7) Penduduk Kota Kendari berdasarkan Sensus Penduduk berjumlah 205.240 jiwa. Ketika dilakukan Survei Penduduk Antar sensus (Supas) pada tahun 2005, diketahui jumlah penduduk Kota Kendari meningkat menjadi 226.056 jiwa. Jumlah penduduk berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 tercatat sebanyak 289.966 jiwa. https://www.scribd.com/document/348805990/Statistik-Daerah-Kota-Kendari-2016
Statistik Daerah Kota Kendari 2016
Uploaded by Fathur Rahman Rustan on May 19, 2017
Penduduk tersebut tersebar dengan persebaran yang tidak merata. Pada tahun 2012, sebanyak 14,80 persen penduduk Kota Kendari tinggal di wilayah Kendari Barat, hanya 6,68 persen tinggal di Kecamatan baruga, dan selebihnya tersebar pada 8 kecamatan dengan persebaran yang bervariasi. Di samping itu, dilakukan penghitungan kepadatan penduduk pada masing-masing wilayah Kecamatan. Kepadatan penduduk adalah banyaknya penduduk per km persegi. Kadia merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk paling tinggi yaitu sebesar 6.775 jiwa per km2 sedangkan Baruga merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk paling rendah yaitu sebesar 467 jiwa per km2.2 (Halaman 8) Penduduk tersebut tersebar dengan persebaran yang tidak merata. Pada tahun 2010, sebanyak 14,80 persen penduduk kota Kendari tinggal di wilayah Kendari Barat, hanya 6,68 persen tinggal di Kecamatan baruga, dan selebihnya tersebar pada 8 kecamatan dengan persebaran yang bervariasi. Di samping itu, dilakukan penghitungan kepadatan penduduk pada masing-masing wilayah Kecamatan. Kepadatan penduduk adalah banyaknya penduduk per km persegi. Kadia merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk paling tinggi yaitu sebesar 4.313 jiwa per km2 sedangkan Baruga merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk paling rendah yaitu sebesar 391 jiwa per km2 https://www.academia.edu/7743558/propil_kondisi_pendidikan_sulawesi_tenggara
propil kondisi pendidikan sulawesi tenggara
Selanjutnya penduduk usia kerja dikelompokkan ke dalam penduduk angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Ada sejumlah 119.144 jiwa yang tergolong penduduk angkatan kerja. Dari sejumlah angkatan kerja tersebut, terdapat 110.900 jiwa yang bekerja. Bekerja adalah melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit selama satu jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi). Jumlah jam kerja seluruhnya adalah jumlah jam kerja yang digunakan untuk bekerja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja digunakan untuk hal-hal diluar pekerjaan). Adapun status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam unit usaha/ kegiatan dalam melakukan pekerjaan. (Halaman 9) Selanjutnya penduduk usia kerja dikelompokkan ke dalam penduduk angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Ada sejumlah 119.144 jiwa yang tergolong penduduk angkatan kerja. Dari sejumlah angkatan kerja tersebut, terdapat 110.900 jiwa yang bekerja. Bekerja adalah melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit selama satu jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi). Jumlah jam kerja seluruhnya adalah jumlah jam kerja yang digunakan untuk bekerja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja digunakan untuk hal-hal diluar pekerjaan). Adapun status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam unit usaha/ kegiatan dalam melakukan pekerjaan. Kota Kendari dalam Angka / Kendari City in Figures 2012
BAB III PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
1. Pengertian Evaluasi
Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi, maka tidak akan diketahui bagaimana kondisi objek evaluasi tersebut dalam rancangan, pelaksanaan dan hasilnya. Istilah evaluasi sudah menjadi kosa kata dalam bahasa Indonesia, akan tetapi kata ini adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan. (Halaman 19)
1. Pengertian Evaluasi
Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi, maka tidak akan diketahui bagaimana kondisi objek evaluasi tersebut dalam rancangan, pelaksanaan serta hasilnya. Istilah evaluasi sudah menjadi kosa kata dalam bahasa Indonesia, akan tetapi kata ini adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (Echols dan Shadily, 2000 : 220). Sedangkan menurut pengertian istilah “evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan” (Yunanda : 2009).
http://digilib.unila.ac.id/11320/16/BAB%20II.pdf
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
“A Program evaluation theory is a coherent set of conseptual, hypothetical, pragmatic and ethical principlesforming a general framework to guide the study and practice of program evaluation”. (Halaman 20) a program evaluation theory is a coherent set of conceptual, hypothetical, pragmatic, and ethical principles forming a general framework to guide the study and practice of program evaluation https://rahmansalehhupi.wordpress.com/2014/02/05/evaluasi-program/

EVALUASI PROGRAM
Rahmansalehhupi
FEBRUARY 5, 2014

Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan diambil berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan. (Halaman 21) Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan diambil berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan. http://rianapapda.blogspot.co.id/2013/05/rumah-perlindungan-sosial-anak-rpsa.html
Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA)Ai Riana, A.Ks
Rabu, 15 Mei 2013
“The process of delineating, obtaining, reporting, and applying descriptive and judgmental information about some object’s merit and worth in order to guide decision making, support accountability, disseminate effective practices, and increase understanding of the involved phenomena”. (Halaman 22) the process of delineating,obtaining, reporting, and applying descriptive and judgmental information about some object’s merit and worth in order to guide decision making, support accountability, disseminate effective practices, and increase understanding of the involved phenomena”. https://riyanarthur.files.wordpress.com/2016/01/bab-9-evaluasi-program-ok.pdf
BAB IX
EVALUASI DAN MODEL EVALUASI PROGRAM
Pengertian Program Keluarga Berencana UU No. 10 Tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera. (Halama 51) Pengertian Program Keluarga Berencana menurut UU No 10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. http://jurnalbidandiah.blogspot.co.id/2012/07/program-kb-di-indonesia.html
PROGRAM KB DI INDONESIA
Jurnal bidan diah
7/21/2012
Model ClPP merupakan model yang berorientasi kepada pemegang keputusan yaitu membantu membuat keputusan. Model ini membagi evaluasi dalam empat perencanaan yaitu; (1) Menentukan untuk merencanakan pilihan keputusan, menentukan kebutuhan yang akan dicapai program dan merumuskan tujuan program; (2) Evaluasi masukan untuk keputusan strukturisasi yaitu menolong untuk mengatur keputusan bagaimana menentukan sumber-sumber yang tersedia, alternatif-alternatif yang diambil, rencana dan strategi untuk mencapai kebutuhan yang ditetapkan, serta bagaimana prosedur kerjanya untuk mencapai tujuan dimaksud; (3) Evaluasi proses untuk melayani keputusan implementasi, yaitu membantu mengimplementasikan keputusan sampai sejauh mana rencana program telah dilaksanakan. Hal yang perlu direvisi. Terkait didalamnya pelaksanaan dan perbaikan disain serta strategi yang dipilih; dan (4) Evaluasi produk untuk melayani daur ulang keputusan. Evaluasi ini untuk menolong keputusan selanjutnya. Keunggulan model ClPP merupakan sistem kerja yang dinamis. (Halaman 66) Model ClPP merupakan model yang berorientasi kepada pemegang keputusan yaitu membantu membuat keputusan. Model ini membagi evaluasi dalam empat perencanaan yaitu; (1) Menentukan untuk merencanakan pilihan keputusan, menentukan kebutuhan yang akan dicapai program dan merumuskan tujuan program; (2) Evaluasi masukan untuk keputusan strukturisasi yaitu menolong untuk mengatur keputusan bagaimana menentukan sumber-sumber yang tersedia, alternatif-alternatif yang diambil, rencana dan strategi untuk mencapai kebutuhan yang ditetapkan, serta bagaimana prosedur kerjanya untuk mencapai tujuan dimaksud; (3) Evaluasi proses untuk melayani keputusan implementasi, yaitu membantu mengimplementasikan keputusan sampai sejauh mana rencana program telah dilaksanakan. Hal yang perlu direvisi. Terkait didalamnya pelaksanaan dan perbaikan disain serta strategi yang dipilih; dan (4) Evaluasi produk untuk melayani daur ulang keputusan. Evaluasi ini untuk menolong keputusan selanjutnya. Keunggulan model ClPP merupakan sistem kerja yang dinamis. http://digilib.unila.ac.id/3967/15/BAB%20II.pdf
Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product)
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Keunikan model ini adalah pada setiap tipe evaluasi terikat pada perangkat pengambilan keputusan yang menyangkut perencanaan dan operasi sebuah program. Keunggulan model CIPP memberikan suatu format evaluasi yang komprehensif pada setiap tahapan evaluasi yaitu tahap konteks, masukan, proses, dan produk. Model CIPP merupakan model evaluasi yang berorientasi kepada keputusan (decision oriented evaluation). Relevansi model CIPP dengan pembuatan keputusan dan akuntabilitas dapat divisualisasikan sebagai berikut (Halaman 67) Keunikan model ini adalah pada setiap tipe evaluasi terkait pada perangkat pengambil keputusan (decission) yang menyangkut perencanaan dan operasional sebuah program. Keunggulan model CIPP memberikan suatu format evaluasi yang komprehensif/menyeluruh pada setiap tahapan evaluasi yaitu tahap konteks, masukan, proses, dan produk.
Untuk memahami hubungan model CIPP dengan pembuat keputusan dan akuntabilitas dapat diamati pada visualisasi sebagai berikut:
https://yudistiadewisilvia.wordpress.com/2013/04/24/evaluasi-program/

Evaluasi Program
DEWI SiLViA ZEGA 24 April 2013

1. Evaluasi Konteks (Context évaluation)
Evaluasi konteks akan membantu merencanakan keputusan, menentukan kebutuhan yang akan dicapai oleh program KB Bahteramas, dari merumuskan tujuan program. Konteks juga merupakan upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan dan tujuan program. Dengan evaluasi konteks ada tiga hal yang harus yang akan dijawab dalam penelitian ini, yakni: 1) Bagaimana Tujuan dan Strategi penetapan program KB Bahteramas; 2) Landasan hukum apa sajakah yang mendasari implementasi dari program KB Bahteramas tersebut; dan 3) Bagaimana sasaran program KB Bahteramas. Evaluasi konteks akan dilaksanakan dengan pedoman wawancara, kuesioner, dan studi dokumen guna memperoleh data terkait lingkungan, strategi, kebijakan pemerintah, tujuan dan sasaran. Evaluasi konteks dilaksanakan dengan instrumen komponen input yang meliputi studi dokumentasi, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. (Halaman 67)
Evaluasi Konteks (Context évaluation)
Evaluasi konteks akan membantu merencanakan keputusan, menentukan kebutuhan yang akan dicapai oleh program KB Bahteramas, dari merumuskan tujuan program. Konteks juga merupakan upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan dan tujuan program. Dengan evaluasi konteks ada tiga hal yang harus yang akan dijawab dalam penelitian ini, yakni: 1) Bagaimana Tujuan dan Strategi penetapan program KB Bahteramas; 2) Landasan hukum apa sajakah yang mendasari implementasi dari program KB Bahteramas tersebut; dan 3) Bagaimana sasaran program KB Bahteramas. Evaluasi konteks akan dilaksanakan dengan pedoman wawancara, kuesioner, dan studi dokumen guna memperoleh data terkait lingkungan, strategi, kebijakan pemerintah, tujuan dan sasaran. Evaluasi konteks dilaksanakan dengan instrumen komponen input yang meliputi studi dokumentasi, pedoman observasi, dan pedoman wawancara.
https://yudistiadewisilvia.wordpress.com/2013/04/24/evaluasi-program/

Evaluasi Program
DEWI SiLViA ZEGA 24 April 2013

2. Evaluasi Masukan (Input Evaluation)
Evaluasi input merupakan semua masukan yang dibutuhkan evaluator untuk mengatur keputusan, menentukan sumber-sumber yang ada, alternatif apa yang mesti diambil, apa rencana dan strategi untuk mencapainya sehingga bisa diperoleh output yang diharapkan.
Komponen evaluasi input ada enam hal yang harus akan dijawab dalam penelitian ini, yakni: (1) Struktur organisasi; (2) Sumber Daya Manusia; (3) Dana/anggaran; (4) Prosedur (5) Strategi dan (6) Sarana dan peralatan pendukung; atau aturan yang diperlukan dalam implementasi program. Evaluasi masukan ini akan dilaksanakan melalui studi dokumentasi, angket dan wawancara yang di gunakan untuk melihat ketersediaan Sumber Daya Manusia, pendanaan, stakeholder pendukung dan sarana prasarana. Evaluasi input dilaksanakan dengan instrumen komponen input yang meliputi studi dokumentasi, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. (Halaman 68)
Evaluasi Masukan (Input Evaluation)
Evaluasi input merupakan semua masukan yang dibutuhkan evaluator untuk mengatur keputusan, menentukan sumber-sumber yang ada, alternatif apa yang mesti diambil, apa rencana dan strategi untuk mencapainya sehingga bisa diperoleh output yang diharapkan.
Komponen evaluasi input ada enam hal yang harus akan dijawab dalam penelitian ini, yakni: (1) Struktur organisasi; (2) Sumber Daya Manusia; (3) Dana/anggaran; (4) Prosedur (5) Strategi dan (6) Sarana dan peralatan pendukung; atau aturan yang diperlukan dalam implementasi program. Evaluasi masukan ini akan dilaksanakan melalui studi dokumentasi, angket dan wawancara yang di gunakan untuk melihat ketersediaan Sumber Daya Manusia, pendanaan, stakeholder pendukung dan sarana prasarana. Evaluasi input dilaksanakan dengan instrumen komponen input yang meliputi studi dokumentasi, pedoman observasi, dan pedoman wawancara.
https://yudistiadewisilvia.wordpress.com/2013/04/24/evaluasi-program/

Evaluasi Program
DEWI SiLViA ZEGA 24 April 2013

3. Evaluasi Proses (Process Evaluation)
Evaluasi proses merupakan suatu kegiatan penilaian terhadap pelaksanaan program, sejauh mana program telah dilaksanakan dan apa yang harus diperbaiki. Setiap aktifitas akan di monitor dan dicatat perubahan-perubahan yang terjadi secara objektif dan cermat untuk pengambilan Keputusan dalam menentukan tindak lanjut dan penyempurnaan program. Kemudian prosedur dapat dimonitor dan dikontrol lalu diperbaiki. Komponen evaluasi proses ada tujuh hal yang harus akan dijawab dalam penelitian ini, yakni: (1) Pihak-pihak yang terlibat; (2) Kriteria dan persyaratan; (3) jenis-jenis alat Kontrasepsi program KB Bahteramas; (4) Pelaksanaan program; (5) mekanisme pencatatan dan pelaporan; (6) Pembinaan peserta dan (7) Kegiatan monitoring, evaluasi dan pengawasan program. Evaluasi proses dilaksanakan dengan instrumen komponen proses yang meliputi studi dokumentasi, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. (Halaman 69)
Evaluasi Proses (Process Evaluation)
Evaluasi proses merupakan suatu kegiatan penilaian terhadap pelaksanaan program, sejauh mana program telah dilaksanakan dan apa yang harus diperbaiki. Setiap aktifitas akan di monitor dan dicatat perubahan-perubahan yang terjadi secara objektif dan cermat untuk pengambilan Keputusan dalam menentukan tindak lanjut dan penyempurnaan program. Kemudian prosedur dapat dimonitor dan dikontrol lalu diperbaiki. Komponen evaluasi proses ada tujuh hal yang harus akan dijawab dalam penelitian ini, yakni: (1) Pihak-pihak yang terlibat; (2) Kriteria dan persyaratan; (3) jenis-jenis alat Kontrasepsi program KB Bahteramas; (4) Pelaksanaan program; (5) mekanisme pencatatan dan pelaporan; (6) Pembinaan peserta dan (7) Kegiatan monitoring, evaluasi dan pengawasan program. Evaluasi proses dilaksanakan dengan instrumen komponen proses yang meliputi studi dokumentasi, pedoman observasi, dan pedoman wawancara.
https://yudistiadewisilvia.wordpress.com/2013/04/24/evaluasi-program/

Evaluasi Program
DEWI SiLViA ZEGA 24 April 2013

4. Evaluasi Produk (Product Evaluation)
Evaluasi produk menyediakan informasi mengenai hasil program apa yang didapat. Evaluasi produk mengidentifikasikan dan menilai hasil baik yang diinginkan dan tidak diinginkan baik jangka pendek maupun jangka panjang.43 Evaluasi ini merupakan suatu catatan pencapaian hasil dan keputusan-keputusan untuk perbaikan pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan evaluasi produk adalah suatu upaya untuk mengukur dan menafsirkan atas hasil yang telah dicapai dari suatu program. Evaluasi produk merupakan suatu evaluasi yang berfungsi untuk membantu penanggungjawab program dalam mengambil keputusan dengan membandingkan antara tujuan yang ditetapkan dalam rancangan dengan program yang telah dicapai. (Halaman 69)
4. Evaluasi Produk (Product Evaluation)
Evaluasi produk menyediakan informasi mengenai hasil program apa yang didapat. Evaluasi produk mengidentifikasikan dan menilai hasil baik yang diinginkan dan tidak diinginkan baik jangka pendek maupun jangka panjang.43 Evaluasi ini merupakan suatu catatan pencapaian hasil dan keputusan-keputusan untuk perbaikan pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan evaluasi produk adalah suatu upaya untuk mengukur dan menafsirkan atas hasil yang telah dicapai dari suatu program. Evaluasi produk merupakan suatu evaluasi yang berfungsi untuk membantu penanggungjawab program dalam mengambil keputusan dengan membandingkan antara tujuan yang ditetapkan dalam rancangan dengan program yang telah dicapai.
https://yudistiadewisilvia.wordpress.com/2013/04/24/evaluasi-program/

Evaluasi Program
DEWI SiLViA ZEGA 24 April 2013

Selamat mudik lebaran, hati-hati di jalan, semoga arusnya tidak semacet penanganan kasus ini.

Supriadi Rustad,
Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Perguruan Tinggi, Kemenristekdikti, Pelaksana Tugas Rektor Universitas Halu Oleo (2016-2017), Kendari.

Share0
Share0
http://supriadirustad.blog.dinus.ac.id/2017/06/20/robohnya-universitas-kami-3-secuil-parsel-lebaran-kagem-pak-jokowi/
Share

19 thoughts on “Robohnya Universitas Kami (3): Secuil Parsel Lebaran Kagem Pak Jokowi

    1. http://www.arpnjournals.org/jeas/research_papers/rp_2016/jeas_1016_5116.pdf
      http://docplayer.net/16325468-Cocoa-bean-theobroma-cacao-l-drying-kinetics.html
      http://www.uho.ac.id/karya_ilmiah/Nyoman/35-Proceeding%20Internasional3.pdf

      Mohon maaf Prof, apa makna dari link ini menurut yg tertulis di koran on line di Sultra
      Kami sangat sayangkan kalau hal seperti ini terjadi di Perguruan Tinggi, apalagi seorang calon pemimpin

      Muhammad Zamrun dalam karya tulisnya yang ber judul “Microwave enhanced sintering mechanisms in alumnia ceramic sintering experiments” yang terbit pada jurnal contemporary engineering sciences vol. 9 tahun 2016 hal. 237-248 pada bagian discussion, diduga telah menjiplak karya tulis Joel D. Ketz end Rodger D. Blake yanh berjudul “Microwave anhanced diffusion proceed of the microwave symp” yang diterbitkan pada tahun 1991 pada Hal. 2 bagian Introduction.

  1. Penulis disertasinya setengah gila, promotor dan pembimbingnya juga tak bekerja sebagaimana mestinya. Saya setuju dengan Bapak presiden kita, yang seperti ini benar-benar perlu ada “revolusi mental”

  2. Contoh bila kita abai terhadap tugas dan kewajiban. Penyusun dan pembimbing telah merendahkan pendidikan tinggi kita…sangat banyak yg merasa mampu nyatanya asa bangsa telah dirusak. Kalau sdh begini bukan hanya Universitas yg akan roboh tetapi juga bangsa kita yang tercinta.

  3. Semakin gampang dilacak Prof SR..
    Tidak seperti yang lalu, agak susah lacaknya.. hehe.. Sukses Prof SR.. Kami Mendukungmu.. Selamat Lebaran.. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

      1. Maaf menimpali, walaupun ini kasus jual beli ijasah tetapi kementerian kan dapat melakukan tindakan hukum. Apa Kementerian sudah melaporkan hal ini ke penegak hukum? Sepengetahuan saya dulu kan ada kerjasama dengan kepolisian juga untuk hal-hal seperti ini kan prof?

  4. Karya disertasi bukan saja karya mahasiswa program doktor bersangkutan tetapi didalamnya ada keterlibatan promotor, ko-promotor, evaluator atau penguji. Jika disertasi bersangkutan mengandung tingkat plagiat sangat berat mengindikasikan ada masalah dengan proses pembimbingan dan proses evaluasi kualitas disertasi pada program studi doktor diinstitusi bersangkutan. Mungkin juga promotor tidak terbiasa bekerja teliti dan tidak pernah menulis artikel ilmiah pada jurnal internasional sebagai first author atau correspondence authors. Mungkin mereka menulis pada jurnal terindeks scopus tetapi proses review oleh jurnal bersangkutan sangat meragukan. Bisa saja sebagai first authors tetapi numpang atau kolega juniornya yang menulis artikel bersangkutan. Sebaiknya, analisis plagiat tidak saja dilakukan terhadap disertasi, tetapi juga karya ilmiah Profesor atau associate Prof terutama artikel atau buku yang tidak melalui peer-review yang ketat.

    Semoga plagiat yang dilakukan oleh mahasiswa doktor atau mungkin juga oleh dosen harus dihentikan dalam tempo sesingkat-singkatnya (meminjam kata dari teks Proklamasi). Sudah saatnya aturan plagiat karya orang lain diterapkan, sebelum Institusi Kami Roboh (mohon maaf saya meminjam kata Prof. Supriadi).
    Selamat dan sukses Prof.

      1. aswrwb. Fenomena tsb telah lama. Di akar rumput disebut Nembak Ijazah Dr., tukang ojek bilang bahwa Dr dan menjadi dosen seperti itu bagai penunjuk jalan yg tdk tahu jalan. Bahayanya banyak mahasiswa kesasar dalam rimba ilmu pengetahuan. Nembak SIM dan Nembak KTP itu perkara biasa. Nembak ijazah Dr. itu mafia. namun hal itu menambah beban kerja Prof. Supriadi Rustat. Dengan ucapan bismillahirrahmaanirrahiim, insyaallah Prof bisa. wass.

  5. Academic misconduct, apa pun ragamnya, sejatinya terpicu oleh setidaknya karena keserampakan antara mental koruptif dan lemahnya sistem inovasi di institusi pendidikan tinggi. Saling koheren satu sama lain. Ketidakmampuan menciptakan value proposition melalui proses bekerja dan berkarya, rendahnya integritas akademik dan perasaan berkesendirian (merasa tidak terawasi) membuat seseorang mengambil short cut yang, bisa jadi, mereka pandang aman. Alih-alih menyebutnya scholar, sebutan orang tak cerdas mungkin lebih tepat bagi mereka. Tipikal cara berpikir orang-orang seperti itu adalah berkecenderungan menganggap orang lain tidak cukup cerdas untuk melihat perbuatan (tak elok) mereka.

    Tatkala mental seperti itu hidup di dalam Rumah Besar (universitas) yang tidak memiliki sistem inovasi dan budaya berkarya akademik yang kuat, keduanya beresonansi, tumbuh menjadi gelombang kerusakan dengan intensitas tidak terbayangkan. Selalu demikian.

    Sungguh memprihatinkan bahwa di masa teknologi sudah sedemikian canggih seperti saat ini masih ada sosok (yang semestinya elok disebut scholar) masih memilih ‘jalan singkat’ seperti itu. (Dalam hati saya bertanya, apakah para pelaku ini sungguh-sungguh tidak paham kaidah authorships? Apakah mereka ini sungguh tidak tahu tentang similarity checker? Tidak kenalkah mereka dengan Turnitin? Apakah mereka ini sungguh-sungguh berkesendirian dan tak ada kawan bijaksana yang menolongnya berkarya secara benar?).
    Jika memang demikian, maka benar ungkapan Professor Supriadi Rustad, bahwa mereka itu sungguh menyumbang keruntuhan.

Leave a Reply